Profesi web developer, perlu atau tidak?

Pertanyaan tersebut timbul dibenak saya ketika selesai memasang WordPress pada blog ini. Dengan beberapa klik dan memberi infomasi seputar akses database, mengatur konfigurasi WordPress di server. Abrakadabra blog ini langsung jadi dalam waktu kurang dari 15 menit (itu sudah termasuk migrasi data blog lama ke blog baru). Web development sekarang benar-benar mirip fast food. Instan langsung jadi.


Saya teringat beberapa tahun lalu ketika menerima order pembuatan website. Sebelum mulai coding dirancang dulu layout user interfacenya, dirancang susunan tabel-tabel pada database, brainstorming desain web dengan web designer. Ketika sudah siap, mulai coding. Selama sesi coding ketika sesuatu tidak berjalan semestinya kode dipelototi baris demi baris mencari bug penyebabnya. Pada masa itu (dengan tenaga seorang programer dan web designer) sebuah proyek selesai paling tidak butuh waktu 1 bulan, terkadang malah lebih bila requirement ternyata berubah ditengah jalan.

Pada kondisi sekarang dengan bertebarannya content management system (CMS) seperti Joomla, forum management seperti PHPBB atau vBulletin, atau blog misal WordPress. Semua orang bisa membangun website, forum atau blog. Pengembangan web seolah bergeser dari milik para geek menjadi milik orang awam.

Agar kompetitif, web developer “dipaksa” beralih ke Joomla, PHPBB, WordPress dan lain-lain karena tuntutan customer yang menginginkan waktu pengembangan website sesingkat mungkin. ! bulan bukan lagi waktu standar untuk pengembangan web. 1 minggu atau kurang adalah standar baru. Web developer yang tidak bisa mengembangkan website dalam waktu 1 minggu akan tergerus oleh kompetitor lain yang memanfaatkan Joomla, PHPBB dan lain-lain sebagai senjata.

Web developer banyak yang bergeser dari membuat website keseluruhan menjadi membuat modul dan ekstensi untuk Joomla, PHPBB atau WordPress.

Ada pengalaman menarik. Seorang teman saya merekrut web programmer baru untuk mengembangkan dan merawat website resmi kantornya. Tiap kandidat yang melamar dites kemampuan pemrograman menggunakan PHP dan MySQL. Perintahnya cukup sederhana, kandidat diminta membuat pagination untuk menampilkan sejumlah data per halaman. Hasilnya: semua kandidat gagal.

Para kandidat ditanyai mengapa tidak mampu membuat program seperti yang diminta. Apakah karena mereka belum pernah membuat website? Bukan. Mereka sudah sering membuat website. Jawaban para kandidat adalah karena mereka terbiasa mengembangkan website menggunakan CMS seperti Joomla.

Jadi apakah sekarang web developer diperlukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>