Orang sakit adalah komoditas

Dokter, rumah sakit, pabrik farmasi tidak ingin Anda sembuh dari sakit.

Mengapa?

Orang sakit adalah alasan eksistensi dokter, rumah sakit dan industri obat-obatan. Jika seluruh umat manusia tidak pernah sakit, maka profesi dokter tidak pernah ada. Rumah sakit tidak perlu dibangun, riset obat-obatan tidak perlu dilakukan. Pabrik farmasi tidak perlu didirikan.

Orang sakit adalah komoditas bagi industri kesehatan. Orang sakitlah yang menyebabkan uang bisa berputar lancar di industri kesehatan. Dokter tetap dapat menghidupi dirinya dari jasa praktek, rumah sakit dapat menggaji dokter dan karyawannya. Industri obat-obatan dapat mengeruk untung dari penjualan obat-obat.

Dokter, rumah sakit, pabrik farmasi tidak ingin Anda sembuh dari sakit.

Dari informasi yang saya peroleh dari kawan saya yang berprofesi sebagai dokter. Obat-obat yang beredar dibedakan atas kelas mutu. Semakin mahal, mutunya semakin bagus.

Jika Anda berobat menggunakan biaya dari asuransi kesehatan, obat-obatan yang Anda peroleh dari Askes adalah obat-obatan dengan kelas mutu terendah.

Pilihan bagi orang sakit adalah: obat kelas mutu rendah, efek penyembuhan butuh waktu yang lebih lama (mungkin pula dengan dosisi yang lebih banyak) atau obat kelas mutu tinggi, efek penyembuhan butuh waktu yang lebih cepat.

Total biaya yang harus Anda keluarkan sama saja. Biaya sedikit tapi dikeluarkan dalam jangka waktu lebih lama atau biaya banyak dalam waktu singkat.

Biaya ini semuanya masuk ke kantong dokter, rumah sakit dan pabrik farmasi. Mereka adalah pihak yang paling diuntungkan secara finansial dengan adanya orang sakit (pihak lain yang diuntungkan adalah dukun, misal Ponari).

Karena industri kesehatan dikelola sebagai bisnis, pengelolaannya harus memberikan kontribusi finansial kepada stakeholdernya. Agar roda bisnis tetap berputar dan berkembang, entitas bisnis harus mampu menghasilkan sejumlah keuntungan finansial dari operasi bisnisnya. Jika tidak, bisnis akan gulung tikar.

Keuntungan finansial adalah motif paling kuat kenapa saya berpendapat dokter, rumah sakit dan pabrik farmasi tidak ingin Anda sehat.

Jika semua orang sehat, demand terhadap industri kesehatan berkurang. Penurunan permintaan berarti penurunan keuntungan finansial bagi industri kesehatan. Untuk menjaga tingkat keuntungan, jumlah orang sakit harus tetap dijaga di suatu level tertentu.

Caranya? Membuat obat-obat yang seolah-olah menyembuhkan tetapi sebenarnya hanya meredakan sakit.

Penyakit ringan semacam influenza tidak ada obatnya. Yang beredar dimasyarakat hanya obat-obat yang berguna untuk meredakan gejala penyakit influenza. Namun obat-obat itu sama sekali tidak membunuh virusnya.

Perhatikan iklan-iklan obat flu. Semuanya seragam. Iklan-iklan tersebut mencuci otak masyarakat dengan menggambarkan bahwa obat flu menyembuhkan influenza. Setelah aktor digambarkan sakit lalu minum obat sekejap kemudian mereka bisa tertawa riang seolah-olah penyakit mereka sembuh oleh obat tersebut.

Jumlah uang yang berputar di industri kesehatan sangat banyak. Terlalu banyak resiko yang dipertaruhkan bila uang yang berputar ini berkurang jumlahnya karena orang sehat semakin banyak. Investasi yang ditanamkan di industri kesehatan sangat masif, investasi yang harus dilindungi dari kerugian.

Anda tahu kenapa pendidikan untuk menjadi dokter mahal minta ampun? Yang terpikir oleh saya adalah membatasi jumlah lulusan dokter. Dengan terbatasnya lulusan dokter, level supply terhadap demand akan terjaga, menjadikan industri kesehatan tetap kompetitif dan potensial.

Dokter, rumah sakit, pabrik farmasi tidak ingin Anda sembuh dari sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>