Ayo melanggar hukum

Kejadian di sebuah pagi
Pagi ini saya dalam perjalanan menuju kantor. Terjebak kemacetan panjang di sebuah perempatan yang dijaga lampu lalu lintas dan beberapa personel kepolisian.

Saat jalan yang saya lalui mendapat giliran melintas, dari jalan lain yang masih menyala lampu merah, melintas gerombolan pejabat yang dikawal beberapa kendaraan polisi, menerobos lampu merah, tidak peduli pengguna jalan lain yang sedang berhak melintas. Kemacetan semakin parah dan kacau.

Mengapa harus patuh hukum?

Para polisi, pejabat berkoar-koar agar rakyat patuh hukum, bahwa semua warga negara harus tunduk di hadapan hukum. Omong kosong! Peraturan ringan untuk tidak melanggar lampu merah saja tidak dipatuhi.

Lampu lalu lintas memang boleh dilanggar jika ada sesuatu yang sangat mendesak. Ambulance, pemadam kebakaran yang sedang bertugas boleh mengabaikan lampu lalu lintas karena keperluan mendesak terkait nyawa manusia dan kerugian harta benda. Polisi boleh melanggar lampu lalu lintas ketika dalam pengejaran pelaku kejahatan karena keperluan sama.

Polisi dan pejabat melanggar. Mengapa kita tidak?
Tapi polisi melanggar lampu lalu lintas untuk mengawal pejabat? Di mana letak urgency-nya? Apakah nyawa pejabat itu terancam? Saya rasa tidak. Kalau pejabat itu memiliki keperluan mendesak untuk tiba tepat waktu untuk menghadiri pertemuan penting, mengapa tidak berangkat lebih pagi agar tidak terjebak macet seperti orang-orang lainnya?

Kesimpulan
Hukum dibuat untuk dilanggar. Jika tidak ada hukum, kita tidak punya sesuatu untuk dilanggar. Ayo ramai-ramai melanggar hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>