DPR = pelawak

Kalau mendengar orang menyebut DPR, saya sering tertawa sendiri terutama bila mengingat tingkah anggotanya yang lucu-lucu.

Setelah kasus video porno, isu menggelikan terbaru adalah soal “studi banding” DPR komisi 8 ke Australia (saya setuju bahwa DPR perlu sering-sering studi banding, sebab mereka kurang pintar, jadi perlu disekolahkan biar pintar. Lebih jauh tentang ini bisa di baca di tulisan saya yang lain di blog ini). Lebih seru lagi karena isu email yang tidak jelas. Jika grup lawak Srimulat kekurangan talenta, mungkin DPR bisa dilirik menjadi rekan kerja yang cocok.

Tema studi banding yang dilakukan oleh Komisi 8 DPR RI adalah tentang RUU fakir miskin. Entah apa yang mau dipelajari di sana. Setahu saya, penduduk suku Aborigin masih miskin terbelakang mengalami diskriminasi dibanding penduduk dari ras Caucasian (baca: bule)? Penanggulangan kemiskinan model apa yang hendak dipelajari dari Australia? Penanggulangan kemiskinan diskriminatif? Apakah solusi yang mau dicari seperti ini: “Jakarta harus kaya, Papua mau miskin terbelakang, emang gue pikirin?”

Tema studi banding lainnya adalah RUU ZIS (Zakat Infaq Shadaqah) – pengurangan pajak terhadap donasi/sumbangan. Lalu apa hubungannya Australia dengan zakat? Mayoritas penduduknya muslim? Lha wanita berjilbab saja disana sudah dilihat dengan sinis seolah-olah pelaku teror.

Dana studi banding Rp 811 juta selama 6 hari atau sekitar US$ 5.000 per orang per minggu. Dana yang cukup besar untuk sesuatu yang tidak efektif. Uang sebanyak itu (yang habis hanya dalam 6 hari) lumayan untuk modal usaha 405 orang miskin memulai usaha bila diberi pinjaman masing-masing 2 juta.

Internet seharusnya bisa jadi solusi untuk menghemat dana, teleconference dengan Skype, Yahoo Messengger sangat murah. Email bisa jadi sarana efektif komunikasi tanpa batas geografis, yang sayangnya tidak dimiliki (komisi8@yahoo.com, komisiVII@yahoo.com, k0m1518@yahoo.com,…).

Anggota DPR kita hanya pintar menggunakan Internet untuk browsing video porno (kita bersyukurlah paling tidak mereka masih bisa menggunakan Internet).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>