Bangsa bingung

Belakangan ini saya agak berusaha jaga jarak terhadap TV atau media cetak. Otak saya rasanya terlalu penuh oleh tontonan hiruk-pikuk panggung politik Indonesia yang konyol dan penuh kebingungan. Mencoba variasi acara lain pun sama saja. Yang ada tontonan sinetron dengan cerita bodoh dan membodohi pemirsanya. Maka tombol di piranti remote TV jadi sasaran kebingungan saya untuk mencari siaran bermutu. Pencet sana, pencet sini tiap kali saluran TV tampil tidak berkenan di hati. Segera saja omelan istri saya bergemuruh. Segera sesudah itu, perangkat TV di rumah saya pasti diam tak bersuara, tak bergambar.

Ia sama dengan saya. Diam. Bedanya, saya bingung, TV saya tidak.
Continue reading