SOPA / PIPA disahkan = Google mati

Pada saat tulisan ini dibuat, jika Anda buka Wikipedia dan beberapa website raksasa lain hari ini (18 Januari 2012), dijamin anda akan gigit jari karena tidak menemukan informasi. Mereka sedang protes draft undang-undang tentang pelanggaran hak cipta Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA) yang direncanakan ditandatangani senat Amerika 24 januari 2012. Cari saja di Google dengan kata kunci SOPA atau PIPA.

Draft ini membebankan kepada pemilik website untuk menyensor isi website mereka secara aktif. Jika tidak maka seluruh website harus ditutup. Ini berbeda dengan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) yang telah disahkan tahun 1998, DMCA lebih fokus kepada kewajiban untuk menghapus konten spesifik yang melanggar hak cipta bukan seluruh website. Hanya saja DMCA banyak dikritik karena melempem terhadap website yang lokasinya berada di luar jangkauan hukum Amerika. SOPA mencoba melangkah lebih jauh. Bila tidak bisa menghentikan website luar negeri untuk menghapus konten yang melanggar, paling tidak pemerintah dan senat Amerika bisa memaksa perusahaan Amerika untuk menghentikan layanan ke website-website yang melanggar hak cipta.

Ini adalah masalah besar bagi website raksasa seperti Google, Facebook, Twitter, Wikipedia, YouTube, Ebay, PayPal dan lain-lain di mana hampir seluruh isinya adalah kontribusi pengguna. Menyaring konten yang dihasilkan oleh ratusan juta pengguna bukan perkara mudah. Untuk mesin pencari Google, ini lebih repot lagi. Anda tahu Google menggunakan software (biasa disebut web crawler atau web spider) untuk menjelajahi seluruh halaman website di Internet dan mencatatnya kedalam database hasil pencarian. Masalahnya, kode program tidak paham hukum, mereka hanya menjalankan tugas mencari informasi dan menyimpannya.

Jika draft ini disahkan, Google harus membuang SEMUA hasil pencarian yang mengacu pada halaman website yang mengandung materi yang melanggar hak cipta meskipun materi yang melanggar tersebut tidak berada di sistem mereka. Google harus mengeluarkan dana sangat besar untuk mematuhi draft undang-undang ini bila disahkan. Dan yang pasti, bukan hanya Google yang terimbas.

Sudah diketahui umum bahwa Internet adalah surga bagi pelanggaran hak cipta. Sangat mudah bagi anda untuk mendapatkan materi yang dilindungi hak cipta. Lagu, film, atau software dan material dewasa adalah beberapa hal yang paling dicari di Internet. Anda tahu kenapa mereka mudah ditemukan? Karena mereka mudah ditemukan dengan mesin pencari. Dengan sedikit kreatifitas pemilihan kata kunci, materi yang melanggar hak cipta segera terpampang di halaman browser anda.

Website berbagi file seperti Rapidshare.com, Hotfile.com dan lain-lain yang banyak digunakan pembajak software untuk menyimpan materi bajakan lolos dari jeratan DMCA karena mereka dianggap telah melakukan “langkah-langkah yang cukup” untuk mengatasi pelanggaran hak cipta yakni menghapus konten terkait. Namun karena jumlah file yang diupload sangat banyak, menjadi tantangan tersendiri untuk menemukan konten melanggar hak cipta apalagi bila tidak ada laporan pelanggaran yang diterima.

Website-website direct download semacam downarchive.com, phazeddl.com tidak tersentuh karena mereka tidak menyimpan materi yang melanggar hak cipta di server mereka dan hanya mengacu ke link tersebut, sama seperti yang dilakukan Google.

Jika draft ini jadi disahkan, saham Google di Wall Street akan tergerus cukup banyak, rencana IPO Facebook tahun ini bisa jadi terganjal. Margin keuntungan tergerus untuk menghapus konten-konten melanggar hak cipta. Berkurangnya konten sangat mungkin akan disertai penurunan traffic ke mesin pencari. Semakin sedikit peluang meraup keuntungan dari iklan.

Jika Google mati, Internet mati. Anda siap?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>