Mahasiswa: Agent of change? Oh ya?

Definisi

Kata mahasiswa berasal dari dua kata maha yang artinya tinggi dan siswa yang artinya orang yang belajar ilmu. Secara harfiah berarti mahasiswa adalah orang-orang yang belajar ilmu dengan tingkat kelimuan tinggi. Pendidikan kelimuan tinggi di peroleh melalui lembaga pendidikan setingkat universitas. Di bawah level universitas, orang yang belajar dianggap menyandang status siswa, bukan mahasiswa.

Sebatas status

Saat ini umumnya siswa SMU melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena:

  1. Lulusan SMU bukan lulusan yang siap untuk dunia kerja. Jika pun ada perusahaan yang membuka posisi kerja untuk lulusan SMU, umumnya posisinya pekerja level bawah. Bahkan saat ini, lowongan staf cleaning service menyaratkan lulusan SMU (yang semestinya lulusan SD sudah cukup).
  2. Lulusan SMU memang dirancang untuk menempuh tingkat pendidikan lebih tinggi untuk menjadi ilmuwan dan praktisi dengan tingkat keahlian tertentu.
  3. Mereka butuh status. Mereka tidak siap kerja dan tidak ingin disebut sebagai pengangguran terselubung tapi juga sedang bingung mau apa lagi setelah lulus SMU.

Untuk point 3, umumnya berujung pada orang-orang yang kuliah sekedar menghindari malu disebut pengangguran dan sesungguhnya sama sekali tidak berminat pada bidang keilmuan yang ditempuh.

Agent of chaos

Budaya kekerasan telah merasuk ke segenap level masyarakat tidak terkecuali level mahasiswa. Sudah sering media massa menyiarkan kejadian tawuran antar mahasiswa, tawuran antara mahasiswa dan pengurus lembaga pendidikan atau kekerasan yang terjadi selama masa orientasi mahasiswa.

Mahasiswa Indonesia masih tidak cukup dewasa untuk beradu ego menggunakan kecemerlangan otak. Mereka lebih nyaman beradu ego dengan kekuatan otot. Mereka merasa senang ketika orang-orang berlarian ketakutan ketika mereka bergerombol membawa senjata tajam, saling bertukar lemparan batu dan membakar ban atau mobil. Mereka senang ketika mahasiswa junior yang baru masuk tampak ketakutan selama masa orientasi mahasiswa.

Agent of corruption

Banyak mahasiswa berdemo menuntut pelaku korupsi dihukum seberat-beratnya. Mereka menunjukkan bahwa mereka adalah barisan terdepan yang menolak korupsi. Tapi sadarkan mereka arti korupsi? Korupsi berasal dari kata bahasa Inggris: corruption dengan kata dasar kata kerja corrupt yang berarti menjadi rusak. Jadi korupsi adalah segala sesuatu yang merusak tatanan kehidupan yang baik. Korupsi tidak sebatas pegawai pajak menggelapkan uang pajak rakyat. Tidak sebatas pegawai pemerintah menerima uang suap. Korupsi adalah pelanggaran hak orang lain. Uang pajak seharusnya menjadi hak rakyat yang digunakan untuk membangun infrastruktur dan layanan untuk kepentingan rakyat. Hak rakyat dilanggar untuk memperkaya individu.

Mahasiswa demo dijalan-jalan menyebabkan kemacetan bagi pengguna jalan lain yang mungkin butuh tiba tepat waktu suatu tempat. Mereka abai dan melanggar hak orang lain untuk menggunakan fasilitas umum. Mereka mengorupsi hak orang lain.

Sering mahasiswa demonstrasi dikala seharusnya mereka sedang sibuk belajar dalam ruangan kuliah. Tidakkah mahasiswa tahu bahwa uang rakyat yang berasal dari pajak digunakan untuk menyubsidi kegiatan perkuliahan, terutama universitas milik pemerintah? Dengan membolos kuliah, uang rakyat terbuang percuma, sedang ilmu tak terserap. Mahasiswa telah melanggar hak rakyat untuk memiliki orang-orang dengan taraf keilmuan tinggi padahal rakyat telah mengeluarkan uang untuk tujuan itu. Mahasiswa telah mengorupsi hak rakyat.

Pelaku plagiarisme

Plagiarisme berasal dari kata plagiat yang artinya meniru. Meniru sesuatu tidak selalu berkonotasi buruk tapi tidak juga selalu baik. Meniru sesuatu dan memperbaiki kelemahannya menjadi sesuatu lain yang lebih baik adalah plagiat yang bagus. Meniru sesuatu mentah-mentah adalah hal lain.

Di dunia pendidikan, sudah sering terjadi kegiatan contek-mencontek. Anda lupa mengerjakan tugas rumah, tugas rumah teman kita contek. Sering diberitakan mencontek skripsi orang lain dan diklaim sebagai skripsinya sendiri, atau menggunakan jasa orang lain untuk mengerjakan skripsi dengan imbalan uang.

Ketika ketidakjujuran telah terpupuk dengan baik selama masa pendidikan, sulit berharap lulusannya akan membuat perubahan yang baik.

Agent of change?

Mahasiswa adalah agent of change, agen perubahan. Pertanyaannya, perubahan yang bagaimana? Perubahan baik atau buruk?

Sering diberitakan bahwa pertanian Indonesia semakin terpuruk, berbagai komoditas pertanian utama seperti beras, kedelai, jagung harus diimpor dari negara lain. Lalu kemana insinyur pertanian kita? Desas-desusnya lulusan pendidikan ilmu pertanian banyak yang bekerja disektor yang sama sekali tidak terkait langsung dengan pertanian. Ilmu pertanian dan buku-buku yang mereka dapatkan selama kuliah hanya disimpan dalam laci, sama sekali tidak membawa dampak perubahan. Tidak cuma pertanian, bidang lain pun sama saja.

(Bahkan ketua umum partai Demokrat yang dulunya mahasiswa dan ketua HMI, sekarang justru terseret kasus korupsi.)

Mahasiswa silakan pilih, mau jadi agent of change yang bagaimana?

Catatan: Tulisan ini dibuat untuk menyindir keponakan saya yang mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>