Category Archives: Opini bebas

Bangsa bingung

Belakangan ini saya agak berusaha jaga jarak terhadap TV atau media cetak. Otak saya rasanya terlalu penuh oleh tontonan hiruk-pikuk panggung politik Indonesia yang konyol dan penuh kebingungan. Mencoba variasi acara lain pun sama saja. Yang ada tontonan sinetron dengan … Continue reading

Posted in Opini bebas | Leave a comment

Penjara untuk Prita

Saya baca berita Prita Mulyasari tak mau Dipenjara. Kenapa tidak mau? Penjara kan, enak seperti hotel. Lihat saja penjara Atalyta Suryani. Ada AC, ada TV, ada ruang tamu, tempat tidur pegas empuk. Di penjara, Ibu Prita tidak perlu kerja. Lagipula, … Continue reading

Posted in Opini bebas | Tagged , | Leave a comment

Bangsa jongos

Bangsa jongos. Kata tersebut terdengar sarkastik tapi itulah kenyataan yang saya rasakan melihat negara kita tercinta Indonesia. Tanah tumpah darah kita. Jumlah orang miskin 30.02 juta orang menurut publikasi “Profil kemiskinan di Indonesia Maret 2011” oleh Badan Pusat Statistik. Total … Continue reading

Posted in Opini bebas | Tagged | Leave a comment

Tumbuhkan korupsi sejak usia dini

Minggu 12 Juni 2011, saya menyimak berita di sebuah televisi swasta tentang demonstrasi warga terhadap pelapor kecurangan dalam ujian. Anda bisa cari beritanya di Google dengan kata kunci “menyontek massal”. Pelapor contek massal, yang tidak lain adalah seorang wali murid, … Continue reading

Posted in Opini bebas | Tagged , | Leave a comment

Nazaruddin, Demokrat dan pengalihan isu

Dugaan bahwa Nazaruddin terlibat kasus korupsi wisma atlet pada proyek SEA Games bukan barang baru lagi. Bahwa kemudian Nazaruddin bersembunyi di Singapura juga topik usang. Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan dia juga usang. Bahkan saking usangnya, Kepolisian akhirnya mengeluarkan … Continue reading

Posted in Opini bebas | Tagged | Leave a comment

Rokok: Industri penuh ironi

Saya termasuk perokok, walau bukan perokok berat. Saya biasa merokok sembunyi-sembunyi agar tidak terlihat oleh keluarga. Di antara kepulan asap rokok, sering terpikir di benak saya, betapa industri penghasil rokok adalah industri penuh ironi.

Posted in Opini bebas | Tagged , , | 1 Comment

Memori Mei 1998

Ketika memasuki tanggal 12 Mei, saya selalu terkenang ke memori di tahun 1998. Saat itu saya masih mahasiswa. Pada awal-awal 1998, demo mulai marak di mana-mana akibat merosotnya nilai tukar Rupiah yang menyebabkan gejolak ekonomi besar yang melanda kawasan Asia … Continue reading

Posted in Opini bebas | Leave a comment

DPR = pelawak

Kalau mendengar orang menyebut DPR, saya sering tertawa sendiri terutama bila mengingat tingkah anggotanya yang lucu-lucu. Setelah kasus video porno, isu menggelikan terbaru adalah soal “studi banding” DPR komisi 8 ke Australia (saya setuju bahwa DPR perlu sering-sering studi banding, … Continue reading

Posted in Opini bebas | Tagged | Leave a comment

Radikalisme? Mengapa tidak?

Bom kembali meledak. Kali ini menyentak di sebuah masjid Kepolisian Cirebon. Beberapa orang terluka dan pelakunya tewas. Orang lalu sontak mengutuk aksi tersebut. Mengapa orang bisa bertindak radikal? Mengapa orang menjadi teroris? Apakah radikalisme bisa dicegah? Pertanyaan tersebut coba dijawab … Continue reading

Posted in Opini bebas | Tagged , , , , | Leave a comment

DPR merengek minta gedung baru? Kasih dah!

DPR merengek minta gedung baru? Saya jadi ingat anak saya ketika merengek minta dibelikan mainan, usianya baru 2.5 tahun. DPR kita kan memang masih anak-anak, kita rakyat, sebagai orang tuanya haruslah bijak. Minta gedung baru, kasih saja. Hitung-hitung sayang anak.

Posted in Opini bebas | Tagged , | 1 Comment