<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Zamrony P. Juhara</title>
	<atom:link href="http://zamronyp.juhara.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zamronyp.juhara.com</link>
	<description>Ini tentang ide dan pemikiran seorang Zamrony P. Juhara</description>
	<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 08:09:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Upin Ipin dan Ganyang Malaysia</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2010/09/upin-ipin-dan-ganyang-malaysia/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2010/09/upin-ipin-dan-ganyang-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 07:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>

		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[hubungan indonesia - malaysia]]></category>

		<category><![CDATA[upin ipin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Semalam saya menonton acara talkshow di MetroTV, topiknya berjudul &#8220;Kita butuh Malaysia&#8221; dan bahasan utamanya masih terkait memanasnya hubungan Indonesia - Malaysia, dua buah negara yang akar sejarahnya sangat dekat.

Kita marah ketika Malaysia mengklaim batik sebagai warisan budaya mereka. Tapi kemudian apa? Kita tidak melakukan apa-apa untuk menjadikan batik milik kita. Kita semua lebih suka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam saya menonton acara talkshow di MetroTV, topiknya berjudul &#8220;Kita butuh Malaysia&#8221; dan bahasan utamanya masih terkait memanasnya hubungan Indonesia - Malaysia, dua buah negara yang akar sejarahnya sangat dekat.<br />
<span id="more-218"></span></p>
<p>Kita marah ketika Malaysia mengklaim batik sebagai warisan budaya mereka. Tapi kemudian apa? Kita tidak melakukan apa-apa untuk menjadikan batik milik kita. Kita semua lebih suka telanjang tidak berbaju. Di kota-kota besar semakin banyak manusia yang berpakaian seadanya. Di pedalaman Papua, orang-orang di sana masih telanjang, kita tidak marah. Toh, pemerintah tidak terlalu peduli apakah kita berpakaian atau tidak.</p>
<p>Kita marah ketika Malaysia mengklaim wilayah Indonesia sebagai wilayahnya. Tapi kita tidak berbuat apa-apa bagi daerah yang letaknya dipucuk perbatasan Indonesia itu. Pemerintah Indonesia masih asik dengan urusan tetek-bengek Jakarta. Padahal Jakarta dan Pulau Jawa sudah terlalu penuh dengan manusia dan segala macam fasilitas infrastruktur yang membuat iri warga negara Indonesia lain yang jauh dari Jakarta.</p>
<p>Kita marah ketika beberapa petugas kita ditahan oleh aparat Malaysia. Tapi kita cuek bebek dengan nasib ribuan TKI yang disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi di Malaysia. Kita cuma peduli dengan angka-angka statistik devisa yang dihasilkan oleh mereka. Pemerintah kita silau dengan ringgit yang mereka setor pulang namun gagal melindungi mereka, gagal mendidik mereka menjadi TKI dengan ketrampilan. Pemerintah hanya terampil mengirim babu-babu, para wanita-wanita Indonesia, ke luar negeri untuk kemudian diperkosa, disiksa.<br />
Lalu untuk apa disebutkan dalam UUD 1945 bahwa negara wajib melindungi warga negaranya, bahwa negara wajib mendidik dan mencerdaskan warga negara Indonesia? Karena pemerintah tidak punya arah jelas mau ke mana negara Indonesia ini hendak dibawa.</p>
<p>Lalu teringat dibenak saya, betapa gembiranya anak saya ketika menonton film Upin Ipin, sebuah film kartun impor dari negara tetangga kita tersebut. Film yang mencerdaskan dan penuh pesan-pesan moral bagi anak-anak. Lalu saya coba mencari film buatan kita yang setara. Entah kenapa, saya merasa sangat kesulitan. Saya cuma teringat tentang sinetron dan tayangan gosip artis merekam video mesum.</p>
<p>Timbul pikiran dibenak saya. Sebenarnya kita tidak peduli dan sering pikun karena ruwetnya Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2010/09/upin-ipin-dan-ganyang-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Semua cinta korupsi</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/12/semua-cinta-korupsi/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/12/semua-cinta-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 02:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[9 Desember lalu, semua orang gegap gempita turun ke jalan berdemo menentang korupsi. Mengapa di Indonesia, korupsi susah diberantas? Menurut saya itu karena kita semua sayang dan cinta dengan hal yang bernama korupsi. Kita hidup karena korupsi dan melakukannya dengan bahagia.
Mahasiswa yang paling rajin demo menentang korupsi. Coba perhatikan perilakunya di dalam kampus. Sering mencontek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>9 Desember lalu, semua orang gegap gempita turun ke jalan berdemo menentang korupsi. Mengapa di Indonesia, korupsi susah diberantas? Menurut saya itu karena kita semua sayang dan cinta dengan hal yang bernama korupsi. Kita hidup karena korupsi dan melakukannya dengan bahagia.<span id="more-186"></span></p>
<p>Mahasiswa yang paling rajin demo menentang korupsi. Coba perhatikan perilakunya di dalam kampus. Sering mencontek tugas kuliah, titip absen, datang telat, membayar orang untuk mengerjakan Tugas Akhir. </p>
<p>Mencontek hasil kerja orang lain sama saja mencuri ide dan hasil kerja orang lain. Hasil kerja orang lain lalu diklaim sebagai hasil kerja sendiri. Korupsi tidak lain adalah perbuatan maling, sama halnya dengan perbuatan mencontek pekerjaan orang lain. Mencontek hasil kerja orang lain sama saja mengkorupsi hak orang lain untuk mendapatkan penghargaan yang layak atas usahanya.</p>
<p>Mahasiswa sering titip absen. Mereka tidak masuk tapi tetap ingin absensi perkuliahan terlihat rapi oleh dosen. Mirip kelakuan para koruptor, di luar tampak gagah berwibawa, di dalam jelas busuk dan culas. Padahal para mahasiswa, terutama mahasiswa PTN, sebagian biaya kuliahnya di subsidi oleh uang rakyat. Uang rakyat, mereka korupsi dengan cara tidak masuk kuliah untuk urusan tidak jelas. </p>
<p>Mahasiswa sering masuk kuliah telat. Mereka sudah mengkorupsi waktu orang lain, termasuk waktu dosen yang sudah susah payah datang tepat waktu agar mahasiswanya bisa mendapat tambahan ilmu lebih banyak.</p>
<p>Perhatikan para pendemo yang menyuarakan penolakan atas korupsi di jalan hingga yang memblokir jalan tol. Mereka sendiri melakukan korupsi. Mereka mengkorupsi hak orang lain untuk memanfaatkan fasilitas umum yakni jalan raya. Mereka mengkorupsi hak orang lain untuk mencari nafkah penghidupan. Berapa banyak truk pengangkut barang komoditas yang terpaksa berhenti di tol karena tol di blokir massa pendemo? Truk-truk itu adalah salah satu mata rantai perputaran roda ekonomi yang menafkahi banyak orang. Lalu para pendemo dengan lantang, gagah dan heroiknya menentang korupsi? Omong kosong. Tak hanya berdemo, di beberapa tempat mereka bahkan melakukan pengrusakan, entah itu tempat usaha, fasilitas umum. Mereka mengkorupsi hak orang lain untuk hidup aman.</p>
<p>Aparat pemerintahan dan parlemen melakukan korupsi untuk hidup. Kalau mereka tidak korupsi, mereka akan mati. Mati karena tidak terbiasa hidup dengan gaji pas-pasan. Mati karena tidak mampu membeli rumah mewah. Mati karena tidak memiliki uang untuk dihambur-hamburkan. Mati karena uang pribadi mereka telah habis untuk biaya kampanye pemilu.</p>
<p>Kita semua cinta korupsi. Kita bisa hidup karena korupsi. Oleh karena itu, korupsi harus terus dipupuk subur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/12/semua-cinta-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Pahlawan, Che Guevara dan Iwan Fals</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/11/hari-pahlawan-che-guevara-dan-iwan-fals/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/11/hari-pahlawan-che-guevara-dan-iwan-fals/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 03:23:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[che guevara]]></category>

		<category><![CDATA[hari pahlawan]]></category>

		<category><![CDATA[iwan fals]]></category>

		<category><![CDATA[pahlawan nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari ini tepat 64 tahun sejak pertempuran besar di Surabaya melawan penjajah Belanda. Hari di mana pertempuran heroik rakyat Surabaya terjadi.
Apakah Hari Pahlawan masih bermakna?

Saya amati orang-orang sekeliling saya hari ini. Sepertinya tidak ada lagi yang peduli tentang makna Hari Pahlawan. Orang Indonesia terlalu sibuk untuk mengurusi Hari Pahlawan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari ini tepat 64 tahun sejak pertempuran besar di Surabaya melawan penjajah Belanda. Hari di mana pertempuran heroik rakyat Surabaya terjadi.</p>
<h2>Apakah Hari Pahlawan masih bermakna?</h2>
<p><span id="more-161"></span><br />
Saya amati orang-orang sekeliling saya hari ini. Sepertinya tidak ada lagi yang peduli tentang makna Hari Pahlawan. Orang Indonesia terlalu sibuk untuk mengurusi Hari Pahlawan. Mereka punya banyak urusan yang harus dikerjakan, mereka punya banyak utang yang harus dilunasi, mereka punya keluarga yang harus diberi nafkah. </p>
<p>Kalaupun ada yang peduli, itu sebatas acara seremonial semata. Di Surabaya, peringatan Hari Pahlawan justru diisi dengan pagelaran musik. Jauh dari kesan renungan tentang kerja keras para pendahulu kita merebut dan mempertahankan kemerdekaan negeri ini. Di lingkungan Pemkot Surabaya, Hari Pahlawan dikenang sebatas mengganti seragam kerja dengan pakaian ala jaman perjuangan. Itu saja, tidak lebih.</p>
<h2>Pahlawan Nasional tidak menarik</h2>
<p>Tidak sulit menemukan foto Che Guevara atau Iwan Fals di kaos-kaos yang dipakai remaja Indonesia. Tidak sulit juga menemukan stiker-stiker bergambar Guevara atau Iwan Fals menempel di sepeda motor atau mobil. Tapi coba cari anak muda yang mengenakan kaos bergambar pahlawan nasional, gambar Pangeran Diponegoro misalnya.</p>
<p>Mengapa pahlawan nasional Indonesia tidak menarik minat anak muda Indonesia? Mengapa mereka justru bangga mengenakan simbol-simbol bergambar Che Guevara yang jelas bukan bagian rakyat Indonesia, bukan pula pahlawan nasional Indonesia, tidak pula berjuang membela rakyat Indonesia?</p>
<p>Mungkin di pikiran anak muda Indonesia, gambar pahlawan nasional tidak gagah, tidak keren atau dalam istilah anak muda Indonesia sekarang, jadul (jaman dulu).</p>
<p>Zen Rachmat Sugito menulis, &#8220;Para pahlawan tidak pernah dilahirkan tapi diciptakan. Mereka diciptakan mula-mula dan pertama tidak untuk dijadikan role-model agar diteladani atau ditiru namun untuk meneguhkan narasi perjuangan nasional merebut kemerdekaan&#8221; (Saga Para Pahlawan, Jawa Pos, 8 November 2009).</p>
<h2>Kita dijajah bangsa sendiri</h2>
<p>Saya rasa pendapat Zen Rachmat Sugito ini ada benarnya. Pahlawan nasional Indonesia hanya diciptakan untuk menegaskan perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah kolonial Belanda di masa silam. Saya rasa inilah alasan sesungguhnya mengapa pahlawan nasional Indonesia tidak menjadi role-model bagi anak muda Indonesia. Kita tidak lagi melawan penjajah dari bangsa lain.</p>
<p>Saat ini penjajah kolonial Belanda tidak ada lagi, digantikan oleh penjajahan yang datang dari bangsa kita sendiri. Penjajahan yang dilakukan oleh pemerintah kita, parlemen kita, institusi hukum kita.</p>
<p>Kita dijajah oleh pemerintah, institusi hukum, parlemen korup yang mengebiri hak-hak rakyat Indonesia untuk memperoleh perlakuan adil dihadapan hukum, hak memperoleh penghidupan yang layak, hak mendapat perawatan kesehatan yang layak tanpa melihat kondisi ekonomi orang per-orang.</p>
<p>Jika dulu kita berani dan lantang melawan kekejaman pemerintahan kolonial Belanda, kita mungkin dihadiahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia, tapi jika saat ini Anda lantang melawan kekejaman pemerintah Indonesia, Anda dituduh makar.</p>
<p>Anak muda kita tidak lagi punya panutan untuk diteladani karena yang lebih tua tidak mampu menjadikan diri mereka role-model untuk ditiru. Jika kemudian Iwan Fals lantang menyanyikan protesnya lewat lagu, atau Che Guevara yang nun jauh di sana berperang untuk membela rakyat miskin, anak muda Indonesia merasa menemukan figur untuk ditiru, figur seorang pahlawan. </p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Kita rindu pahlawan. Orang yang dengan rendah hati, bersahaja, konsisten dan jujur membela rakyat Indonesia, bukan karena apa-apa, hanya karena dia cinta dan merasa bagian dari rakyat yang dibelanya. </p>
<p>Sayangnya, sepertinya kita belum menemukannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/11/hari-pahlawan-che-guevara-dan-iwan-fals/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda, Facebook dan SMS</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/10/sumpah-pemuda-facebook-dan-sms/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/10/sumpah-pemuda-facebook-dan-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 10:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Anda orang Indonesia yang paham sejarah seharusnya tahu kalimat di atas. Sumpah Pemuda yang diikrarkan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Pertama<br />
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.<br />
Kedua<br />
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.<br />
Ketiga<br />
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.</p></blockquote>
<p>Anda orang Indonesia yang paham sejarah seharusnya tahu kalimat di atas. Sumpah Pemuda yang diikrarkan para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 adalah salah satu tonggak bersejarah lahirnya bangsa Indonesia. Itu 81 tahun silam.</p>
<p>Lalu apa hubungannya Sumpah Pemuda dengan Facebook dan Short Messaging Service (SMS)?<br />
<span id="more-148"></span></p>
<h3>Apakah kita menjunjung tinggi Bahasa Indonesia?</h3>
<blockquote><p>Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.</p></blockquote>
<p>Saya amati sejak teknologi SMS berkembang luas, masyarakat memiliki kecenderungan untuk menulis pesan teks dengan cara menyingkat kata. Ini bisa dipahami karena keterbatasan teknologi SMS yang membatasi jumlah karakter yang bisa dikirim dalam tiap pesan dan karena masih mahalnya teknologi ini beberapa tahun lampau. Orang berusaha menulis sesingkat-singkatnya tapi mencoba mengirim informasi sebanyak-banyaknya. Saya jadi ingat layanan Telegram milik PT. Pos Indonesia pada masa lampau dulu. </p>
<p>Berikut ini petikan pesan yang saya terima di telepon selular saya dari seorang rekan bisnis.</p>
<blockquote><p>Unt permintaan bp adlh sbb: Zybosoft 4port @3,250,000 Zybosoft 8port @4,500,000 Zybosoft 16port @rp7,900,000 Jika ad pertyaan bs hub sy,tq</p></blockquote>
<p>Membaca SMS dengan singkatan-singkatan yang aneh tersebut (lebih aneh lagi otak saya masih mampu memahami maknanya) saya teringat akan guru Bahasa Indonesia saya di sekolah dulu. Beliau pasti bertanya-tanya apakah ia, sebagai seorang guru Bahasa Indonesia, gagal menjalankan profesinya untuk mendidik rakyat Indonesia melek Bahasa Indonesia.</p>
<p>Lebih aneh lagi bila Anda membaca komentar-komentar yang dikirim melalui situs jejaring sosial Facebook. Segala macam tipe manusia tumpah-ruah dengan segala macam bahasa.</p>
<blockquote><p>,, kuUh ingInd kaUu taU ishY haTikuH ,, kaUlach yNk t&#8217;akHyr dlamb idhupkuu .. Tagh adha ynk laind hanYah kQamUh ,, taGh Pnach adha .. Taghkand PnaCh adha ..</p></blockquote>
<p>Tulisan kacau di atas adalah komentar yang ditulis keponakan perempuan saya di Facebook. Saya masih bisa memahami maknanya walau cukup susah payah. Dia masih pelajar SMP pada saat tulisan ini dibuat. Rekan-rekannya di Facebook pun memiliki kebiasaan serupa dengan keponakan saya tersebut. Kebiasaan menulis dengan bahasa kacau yang mereka anggap keren.</p>
<h3>Wajah gagal pendidikan Indonesia?</h3>
<p>Lalu apakah potret ini adalah gambar kegagalan pendidikan Bahasa Indonesia? Saya tidak tahu dan merasa tidak berkompeten untuk berkomentar lebih jauh. Rakyat Indonesia sendiri tidak menghargai bahasanya, melanggar sumpah yang diikrarkan pendahulunya, acara-acara stasiun televisi dan radio tidak pernah mendidik masyarakat berbahasa Indonesia yang baik. Lalu bagaimana bisa kita menghargai diri kita sendiri? </p>
<p>Seandainya bahasa Indonesia diklaim negara tetangga sebagai bahasanya, paling-paling kita marah-marah, mengutuk tindakan itu. Lalu apa? Toh, kita tidak pernah peduli Bahasa Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/10/sumpah-pemuda-facebook-dan-sms/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo melanggar hukum</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/10/ayo-melanggar-hukum/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/10/ayo-melanggar-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 01:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[pejabat]]></category>

		<category><![CDATA[pelanggaran hukum]]></category>

		<category><![CDATA[polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian di sebuah pagi
Pagi ini saya dalam perjalanan menuju kantor. Terjebak kemacetan panjang di sebuah perempatan yang dijaga lampu lalu lintas dan beberapa personel kepolisian.
Saat jalan yang saya lalui mendapat giliran melintas, dari jalan lain yang masih menyala lampu merah, melintas gerombolan pejabat yang dikawal beberapa kendaraan polisi, menerobos lampu merah, tidak peduli pengguna jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kejadian di sebuah pagi</strong><br />
Pagi ini saya dalam perjalanan menuju kantor. Terjebak kemacetan panjang di sebuah perempatan yang dijaga lampu lalu lintas dan beberapa personel kepolisian.</p>
<p>Saat jalan yang saya lalui mendapat giliran melintas, dari jalan lain yang masih menyala lampu merah, melintas gerombolan pejabat yang dikawal beberapa kendaraan polisi, menerobos lampu merah, tidak peduli pengguna jalan lain yang sedang berhak melintas. Kemacetan semakin parah dan kacau.</p>
<p><strong>Mengapa harus patuh hukum?</strong><br />
<span id="more-139"></span><br />
Para polisi, pejabat berkoar-koar agar rakyat patuh hukum, bahwa semua warga negara harus tunduk di hadapan hukum. Omong kosong! Peraturan ringan untuk tidak melanggar lampu merah saja tidak dipatuhi.<br />
<br />
Lampu lalu lintas memang boleh dilanggar jika ada sesuatu yang sangat mendesak. Ambulance, pemadam kebakaran yang sedang bertugas boleh mengabaikan lampu lalu lintas karena keperluan mendesak terkait nyawa manusia dan kerugian harta benda. Polisi boleh melanggar lampu lalu lintas ketika dalam pengejaran pelaku kejahatan karena keperluan sama. </p>
<p><strong>Polisi dan pejabat melanggar. Mengapa kita tidak?</strong><br />
Tapi polisi melanggar lampu lalu lintas untuk mengawal pejabat? Di mana letak urgency-nya? Apakah nyawa pejabat itu terancam? Saya rasa tidak. Kalau pejabat itu memiliki keperluan mendesak untuk tiba tepat waktu untuk menghadiri pertemuan penting, mengapa tidak berangkat lebih pagi agar tidak terjebak macet seperti orang-orang lainnya?</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Hukum dibuat untuk dilanggar. Jika tidak ada hukum, kita tidak punya sesuatu untuk dilanggar. Ayo ramai-ramai melanggar hukum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/10/ayo-melanggar-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Oracle beli Sun. Bagaimana nasib MySQL?</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/09/oracle-beli-sun-bagaimana-nasib-mysql/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/09/oracle-beli-sun-bagaimana-nasib-mysql/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 06:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[tech]]></category>

		<category><![CDATA[akuisisi]]></category>

		<category><![CDATA[MySQL]]></category>

		<category><![CDATA[Oracle]]></category>

		<category><![CDATA[Sun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Dari newsletter Sun Microsystems, saya baca headline yang cukup membuat saya kaget. US. DOJ telah menyetujui rencana Oracle membeli Sun. Ini berarti tak lama lagi deretan produk Sun akan bertambah embel-embel Oracle.


Sun terkenal dengan komitmennya untuk mengembangkan produk open source. Produknya yang terkenal, selain Java, antara lain adalah OpenOffice dan MySQL, software relational database management.
Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari newsletter Sun Microsystems, saya baca headline yang cukup membuat saya kaget. <a href="http://www.oracle.com/us/sun/index.htm?cid=e9384f">US. DOJ telah menyetujui rencana Oracle membeli Sun</a>. Ini berarti tak lama lagi deretan produk Sun akan bertambah embel-embel Oracle.<br />
<span id="more-136"></span><br />
<br />
Sun terkenal dengan komitmennya untuk mengembangkan produk open source. Produknya yang terkenal, selain Java, antara lain adalah OpenOffice dan MySQL, software relational database management.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan menarik tentu bagaimana nasib MySQL ketika Sun dalam genggaman Oracle? Oracle seperti kita tahu bisnis utamanya adalah relational database management (RDBMS). Produk database Oracle adalah kompetitor MySQL. MySQL berbasis open source software. Oracle DB berbasis propietary software. Dua hal yang saling bertolak belakang.</p>
<p>Pertanyaannya, sebagai owner Sun, maukah produk database Oracle disaingi oleh produk database Sun? Atau ada strategi lain yang diterapkan agar kedua produk yang sebentar lagi masuk dalam satu bahtera tidak saling jegal? Atau malah MySQL dikubur hidup-hidup seperti strategi Microsoft ketika membeli Fox Pro?</p>
<p>Apa pengaruh akuisisi ini terhadap seluruh server di dunia yang menggunakan MySQL? Kita tunggu saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/09/oracle-beli-sun-bagaimana-nasib-mysql/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu rumah tangga - karir yang terabaikan</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/05/ibu-rumah-tangga-karir-yang-terabaikan/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/05/ibu-rumah-tangga-karir-yang-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 10:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[ibu rumah tangga]]></category>

		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<category><![CDATA[terabaikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Emansipasi wanita. Hal ini terpikir oleh saya pada saat hari Kartini lalu. Emansipasi wanita yang dicetuskan oleh Kartini identik bahwa wanita bebas berkarir dibidang apapun yang mereka mau. Saya pribadi setuju dengan emansipasi. Wanita harus bebas menentukan mau menjadi apa mereka. Tapi interpretasi emansipasi bukan tanpa masalah.
Jika Anda tanyakan kepada wanita Indonesia berpendidikan minimal D3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Emansipasi wanita. Hal ini terpikir oleh saya pada saat hari Kartini lalu. Emansipasi wanita yang dicetuskan oleh Kartini identik bahwa wanita bebas berkarir dibidang apapun yang mereka mau. Saya pribadi setuju dengan emansipasi. Wanita harus bebas menentukan mau menjadi apa mereka. Tapi interpretasi emansipasi bukan tanpa masalah.</p>
<p>Jika Anda tanyakan kepada wanita Indonesia berpendidikan minimal D3 yang hidup di kota-kota besar tentang karir yang mereka inginkan, saya yakin, menjadi ibu rumah tangga adalah pilihan terakhir mereka.<br />
<span id="more-119"></span><br />
</p>
<h2>Mengapa profesi Ibu rumah tangga ditinggalkan?</h2>
<p>Menjadi ibu rumah tangga tidak lagi memiliki nilai prestisius meski profesi ini mulia luar biasa. Globalisasi dan media massa membentuk gambaran wanita ideal di benak wanita Indonesia. </p>
<p>Iklan-iklan, terutama iklan produk kecantikan, mendeskripsikan wanita ideal haruslah cantik, berambut hitam lurus panjang, berkulit mulus dan sukses dalam karir (yang tentunya bukan karir sebagai Ibu rumah tangga).</p>
<p>Emansipasi wanita menyebabkan terjadinya kesetaraan pendidikan pria dan wanita di Indonesia, terutama di daerah perkotaan, yang menyebabkan profesi sebagai Ibu Rumah Tangga menjadi tidak menarik bagi wanita berpendidikan tinggi. &#8220;Sudah kuliah susah dan mahal, buat apa jadi ibu rumah tangga, lebih baik kan bekerja, dapat uang&#8221;, pikir mereka. </p>
<p>Menurut mereka, karir sebagai ibu rumah tangga tidak butuh pendidikan tinggi sehingga cukup dikerjakan oleh pembantu, mengasuh anak cukup diwakilkan kepada mertua.</p>
<h2>Pergeseran Pola Asuh Anak</h2>
<p>Hal paling nyata yang saya amati dan alami sendiri adalah perubahan pola asuh anak. Pilihan berkarir di kantor dan perusahaan menyebabkan wanita Indonesia yang tergolong angkatan kerja tidak lagi memiliki cukup waktu untuk mengasuh anak-anak mereka. </p>
<p>Saat ini, di perkotaan, peran sebagai pengasuh anak telah digantikan oleh pembantu dan kadang oleh orang tua atau mertua.</p>
<p>Sering kali, ketika telah dirumah, wanita-wanita pekerja tersebut telah kelelahan, sehingga tidak lagi bisa fokus memberi perhatian pada anak-anak mereka. Bahkan banyak di antaranya yang langsung tidur.</p>
<h2>Potensi masalah di masa mendatang</h2>
<p>Masalah yang sangat mungkin timbul dari pergeseran pola asuh tersebut adalah renggangnya hubungan antara ibu dan anak. </p>
<p>Bayi-bayi tidak lagi sempat disusui oleh ibunya. ASI menjadi barang langka bagi bayi. Susu formula yang harganya sangat mahal harus ditebus agar bayi tidak kekurangan gizi. Semakin memaksa orang tua kerja lembur untuk menambah penghasilan, semakin sedikit waktu tersisa untuk anak-anak.</p>
<p>Anak tidak lagi merasa mendapat perhatian dari ibunya. Anak tidak lagi penting bagi ibunya karena ibunya lebih mementingkan kepentingan bos pemilik perusahaan dengan dalih untuk menambah penghasilan keluarga, untuk membiayai kehidupan anak-anak. Anak-anak lebih dekat dengan nenek/kakek mereka daripada dengan orang tua mereka sendiri.</p>
<p>Ada pengalaman ironis yang pernah saya amati. Seorang teman istri saya adalah wanita pekerja. Jarak rumah yang jauh dari tempat kerja memaksa ia untuk berangkat pagi-pagi sekali (sebelum anaknya bangun tidur) dan pulang ke rumah cukup larut (setelah anaknya tertidur). Hal ini terus berulang cukup lama. Apa yang terjadi? Anak tersebut tidak mengenal ibunya dan merasa asing dengan teman istri saya tersebut.</p>
<p>Untuk generasi masa depan yang tangguh, Indonesia butuh ibu-ibu rumah tangga yang penuh kasih sayang kepada keluarga. Sudah saatnya wanita karir melirik ibu rumah tangga sebagai profesi utama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/05/ibu-rumah-tangga-karir-yang-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Orang sakit = komoditas</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/03/orang-sakit-komoditas/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/03/orang-sakit-komoditas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 05:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[komoditas]]></category>

		<category><![CDATA[orang sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Dokter, rumah sakit, pabrik farmasi tidak ingin Anda sembuh dari sakit. 
Mengapa? 
Orang sakit adalah alasan eksistensi dokter, rumah sakit dan industri obat-obatan. Jika seluruh umat manusia tidak pernah sakit maka profesi dokter tidak pernah ada. Rumah sakit tidak perlu dibangun, riset obat-obatan tidak perlu dilakukan. Pabrik farmasi tidak perlu didirikan.


Orang sakit adalah komoditas bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter, rumah sakit, pabrik farmasi tidak ingin Anda sembuh dari sakit. </p>
<p>Mengapa? </p>
<p>Orang sakit adalah alasan eksistensi dokter, rumah sakit dan industri obat-obatan. Jika seluruh umat manusia tidak pernah sakit maka profesi dokter tidak pernah ada. Rumah sakit tidak perlu dibangun, riset obat-obatan tidak perlu dilakukan. Pabrik farmasi tidak perlu didirikan.<br />
<span id="more-104"></span><br />
<br />
Orang sakit adalah komoditas bagi industri kesehatan. Orang sakitlah yang menyebabkan uang bisa berputar lancar di industri kesehatan. Dokter tetap dapat menghidupi dirinya dari jasa praktek, rumah sakit dapat menggaji dokter dan karyawannya. Industri obat-obatan dapat mengeruk untung dari penjualan obat-obat.</p>
<p>Dokter, rumah sakit, pabrik farmasi tidak ingin Anda sembuh dari sakit. </p>
<p>Dari informasi yang saya peroleh dari kawan saya yang berprofesi sebagai dokter. Obat-obat yang beredar dibedakan atas kelas mutu. Semakin mahal, mutunya semakin bagus. </p>
<p>Jika Anda berobat menggunakan biaya dari asuransi kesehatan, obat-obatan yang Anda peroleh dari Askes adalah obat-obatan dengan kelas mutu terendah.</p>
<p>Pilihan bagi orang sakit adalah :obat kelas mutu rendah, efek penyembuhan butuh waktu yang lebih lama (mungkin pula dengan dosisi yang lebih banyak) atau obat kelas mutu tinggi, efek penyembuhan butuh waktu yang lebih cepat.</p>
<p>Total biaya yang harus Anda keluarkan sama saja. Biaya sedikit tapi dikeluarkan dalam jangka waktu lebih lama atau biaya banyak dalam waktu singkat. </p>
<p>Biaya ini semuanya masuk ke kantong dokter, rumah sakit dan pabrik farmasi. Mereka adalah pihak yang paling diuntungkan secara finansial dengan adanya orang sakit (pihak lain yang diuntungkan adalah dukun, misal Ponari).</p>
<p>Karena industri kesehatan dikelola sebagai bisnis, pengelolaannya harus memberikan kontribusi finansial kepada stakeholdernya. Agar roda bisnis tetap berputar dan berkembang, entitas bisnis harus mampu menghasilkan sejumlah keuntungan finansial dari operasi bisnisnya. Jika tidak, bisnis akan gulung tikar.</p>
<p>Keuntungan finansial adalah motif paling kuat kenapa saya berpendapat dokter, rumah sakit dan pabrik farmasi tidak ingin Anda sehat. </p>
<p>Jika semua orang sehat, <em>demand</em> terhadap industri kesehatan berkurang. Penurunan permintaan berarti penurunan keuntungan finansial bagi industri kesehatan. Untuk menjaga tingkat keuntungan, jumlah orang sakit harus tetap dijaga di suatu level tertentu. </p>
<p>Caranya? Membuat obat-obat yang seolah-olah menyembuhkan tetapi sebenarnya hanya meredakan sakit.</p>
<p>Penyakit ringan semacam influenza tidak ada obatnya. Yang beredar dimasyarakat hanya obat-obat yang berguna untuk meredakan gejala penyakit influenza. Namun obat-obat itu sama sekali tidak membunuh virusnya. </p>
<p>Perhatikan iklan-iklan obat flu. Semuanya seragam. Iklan-iklan tersebut mencuci otak masyarakat dengan menggambarkan bahwa obat flu menyembuhkan influenza. Setelah aktor digambarkan sakit lalu minum obat sekejap kemudian mereka bisa tertawa riang seolah-olah penyakit mereka sembuh oleh obat tersebut.</p>
<p>Jumlah uang yang berputar di industri kesehatan sangat banyak. Terlalu banyak resiko yang dipertaruhkan bila uang yang berputar ini berkurang jumlahnya karena orang sehat semakin banyak. Investasi yang ditanamkan di industri kesehatan sangat masif, investasi yang harus dilindungi dari kerugian.</p>
<p>Anda tahu kenapa pendidikan untuk menjadi dokter mahal minta ampun? Yang terpikir oleh saya adalah membatasi jumlah lulusan dokter. Dengan terbatasnya lulusan dokter, level supply terhadap demand akan terjaga, menjadikan industri kesehatan tetap kompetitif dan potensial.</p>
<p>Dokter, rumah sakit, pabrik farmasi tidak ingin Anda sembuh dari sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/03/orang-sakit-komoditas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Reality show &#8220;Termehek-mehek&#8221;: Tipuan atau sungguhan?</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/02/reality-show-termehek-mehek-tipuan-atau-sungguhan/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/02/reality-show-termehek-mehek-tipuan-atau-sungguhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 08:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bebas]]></category>

		<category><![CDATA[reality show]]></category>

		<category><![CDATA[Termehek-mehek]]></category>

		<category><![CDATA[tipuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Saya pribadi tidak senang menonton acara ini. Isinya hampir selalu adegan orang berkelahi atau beradu mulut. Tapi istri saya senang bukan main menonton acara ini, tiap malam Minggu dan malam Senin tidak pernah absen menontonnya. Kadang saya sampai jengkel karena terkadang istri saya lupa dengan tugasnya sebagai ibu.
Saya berpendapat bahwa acara reality show Termehek-mehek tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pribadi tidak senang menonton acara ini. Isinya hampir selalu adegan orang berkelahi atau beradu mulut. Tapi istri saya senang bukan main menonton acara ini, tiap malam Minggu dan malam Senin tidak pernah absen menontonnya. Kadang saya sampai jengkel karena terkadang istri saya lupa dengan tugasnya sebagai ibu.</p>
<p>Saya berpendapat bahwa acara reality show Termehek-mehek tersebut tipuan. Istri saya berpendapat lain. Ia percaya acara tersebut tidak direkayasa. Saya pribadi sendiri percaya acara tersebut diatur script dengan argumen-argumen berikut ini.<br />
<span id="more-82"></span><br />
</p>
<h3>Waktu penelusuran tidak logis</h3>
<p>Acara tersebut selalu menampilkan adegan berisi kronologis penelusuran sebuah kasus yang diajukan klien. Host acara tersebut beserta krunya mengunjungi orang-orang untuk dimintai keterangan terkait orang yang yang dicari. Dengan jadwal acara dua kali seminggu dengan kasus yang berbeda, acara tersebut hanya punya 7/2=3.5 hari untuk menyelesaikan satu masalah klien. Hampir dalam tiap episode yang saya perhatikan, host dan kru acara tersebut berhasil menemukan orang dicari oleh kliennya. Menelusuri jejak dan menemukan seseorang yang telah lama hilang dalam waktu 3.5 hari sungguh kerja yang tidak ringan. </p>
<p>Host acara tersebut sendiri dalam beberapa kesempatan sempat tampil di acara gosip di TV. Ini bukti bahwa pembawa acaranya masih sempat menikmati kehidupan pribadinya. Jadi tidak seluruh waktunya dipergunakan untuk melakukan penelusuran jejak orang hilang. Jika host dan kru hanya bekerja 8 jam sehari, maka total hari yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah klien adalah 1/3&#215;3.5 hari=1.167 hari atau 1 hari lebih sedikit.</p>
<p>Seandainya acara tersebut tidak direkayasa, saya tidak bisa bayangkan betapa malunya intelijen polisi dengan jaringannya yang sangat rapi gagal menemukan buronan dalam waktu berbulan-bulan. Kalau acara tersebut tidak direkayasa, kita minta saja kru acara Termehek-mehek menemukan buronan polisi.</p>
<h3>Sudut pandang kamera tidak logis</h3>
<p>Saya bukan kameramen tapi saya melihat hal ganjil. Jika Anda perhatikan, pengambilan gambar oleh kameramen terlihat stabil meski disekelilingnya tampak sedang terjadi pertengkaran hebat hingga berbuntut perkelahian. Bandingkan dengan kameramen yang sedang meliput kejadian kerusuhan dalam jarak dekat. Gambar liputannya hampir selalu tidak stabil, berguncang ke sana-sini, karena kameramen berusaha terhindar dari amuk massa.<br />
<br />
Secara psikologis, jika Anda marah berat sementara wajah Anda tengah disorot oleh kamera, saya yakin, kamera akan menjadi salah satu objek yang menjadi sasaran kemarahan Anda.</p>
<p>Di acara reality show tersebut, hal sebaliknya terjadi. Meski suasana sedang tegang, tidak pernah ada adegan kamera dirusak oleh orang-orang yang sedang berkelahi di adegan tersebut seolah-olah ada kesepakatan &#8220;Silakan menampilkan adegan perkelahian semirip mungkin dengan aslinya, tapi jangan pernah mengganggu kameramen apalagi merusak kameranya, karena harganya mahal&#8221;.</p>
<p>Tiap kali saya jelaskan argumen tersebut ke istri saya, dia diam saja dan terus saja menonton acara Termehek-mehek itu. Argumennya singkat dengan mengutip plesetan pepatah terkenal, &#8220;Anjing menggonggong, Termehek-mehek berlalu&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/02/reality-show-termehek-mehek-tipuan-atau-sungguhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Profesi web developer: Perlu atau tidak?</title>
		<link>http://zamronyp.juhara.com/2009/02/profesi-web-developer-perlu-atau-tidak/</link>
		<comments>http://zamronyp.juhara.com/2009/02/profesi-web-developer-perlu-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 07:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>juhara</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[tech]]></category>

		<category><![CDATA[website]]></category>

		<category><![CDATA[CMS]]></category>

		<category><![CDATA[joomla]]></category>

		<category><![CDATA[PHP]]></category>

		<category><![CDATA[PHPBB]]></category>

		<category><![CDATA[web developer]]></category>

		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zamronyp.juhara.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan tersebut timbul dibenak saya ketika selesai memasang WordPress pada blog ini. Dengan beberapa klik dan memberi infomasi seputar akses database, mengatur konfigurasi WordPress di server. Abrakadabra blog ini langsung jadi dalam waktu kurang dari 15 menit (itu sudah termasuk migrasi data blog lama ke blog baru). Web development sekarang benar-benar mirip fast food. Instan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan tersebut timbul dibenak saya ketika selesai memasang WordPress pada blog ini. Dengan beberapa klik dan memberi infomasi seputar akses database, mengatur konfigurasi WordPress di server. Abrakadabra blog ini langsung jadi dalam waktu kurang dari 15 menit (itu sudah termasuk migrasi data blog lama ke blog baru). Web development sekarang benar-benar mirip fast food. Instan langsung jadi.<br />
<span id="more-77"></span><br />
<br />
Saya teringat beberapa tahun lalu ketika menerima order pembuatan website. Sebelum mulai coding dirancang dulu layout user interfacenya, dirancang susunan tabel-tabel pada database, brainstorming desain web dengan web designer. Ketika sudah siap, mulai coding. Selama sesi coding ketika sesuatu tidak berjalan semestinya kode dipelototi baris demi baris mencari bug penyebabnya. Pada masa itu (dengan tenaga seorang programer dan  web designer) sebuah proyek selesai paling tidak butuh waktu 1 bulan, terkadang malah lebih bila requirement ternyata berubah di tengah jalan.</p>
<p>Pada kondisi sekarang, dengan bertebarannya <em>content management system</em> (CMS) seperti Joomla,  forum management seperti PHPBB atau vBulletin, atau blog misal WordPress, semua orang bisa membangun website, forum atau blog. Pengembangan web seolah bergeser dari milik para geek menjadi milik orang awam.</p>
<p>Agar kompetitif, web developer &#8220;dipaksa&#8221; beralih ke Joomla, PHPBB, WordPress dan lain-lain karena tuntutan customer yang menginginkan waktu pengembangan website sesingkat mungkin. 1 bulan bukan lagi waktu standar untuk pengembangan web. 1 minggu atau kurang adalah standar baru. Web developer yang tidak bisa mengembangkan website dalam waktu 1 minggu akan tergerus oleh kompetitor lain yang memanfaatkan Joomla, PHPBB dan lain-lain sebagai senjata.</p>
<p>Web developer banyak yang bergeser dari membuat website keseluruhan menjadi membuat modul dan ekstensi untuk Joomla, PHPBB atau WordPress.</p>
<p>Ada pengalaman menarik. Seorang teman saya merekrut web programmer baru untuk mengembangkan dan merawat website resmi kantornya. Tiap kandidat yang melamar diuji kemampuan pemrograman menggunakan PHP dan MySQL. Perintahnya cukup sederhana, kandidat diminta membuat pagination untuk menampilkan sejumlah data per halaman. Hasilnya: semua kandidat gagal.</p>
<p>Para kandidat ditanyai mengapa tidak mampu membuat program seperti yang diminta. Apakah karena mereka belum pernah membuat website? Bukan. Mereka sudah sering membuat website. Jawaban para kandidat adalah karena mereka terbiasa mengembangkan website menggunakan CMS seperti Joomla.</p>
<p>Jadi apakah sekarang web developer diperlukan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zamronyp.juhara.com/2009/02/profesi-web-developer-perlu-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
