Bom yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla, ketua Jaringan Islam Liberal, meledak dan melukai seorang petugas polisi, Kompol Dodi Rahmawan yang secara gegabah berusaha menjinakkan bom tanpa pengetahuan dan peralatan memadai.
Ledakan bom ini kontan membuat orang lantas menaruh curiga pada kelompok Islam garis keras. Saya pribadi, walau seorang muslim, tidak sepenuhnya sepakat dengan liberalisme Islam yang diusung Jaringan Islam Liberal, namun saya juga tidak sepakat juga dengan cara-cara keras yang diusung oleh kelompok Islam garis keras.
Siapa yang diuntungkan oleh insiden ini? Saya tidak tahu jawabannya. Untuk mencoba mereka-reka jawabnya kita harus coba pahami alasan penggunaan bom.
Continue reading →