DPR = pelawak

Kalau mendengar orang menyebut DPR, saya sering tertawa sendiri terutama bila mengingat tingkah anggotanya yang lucu-lucu.

Setelah kasus video porno, isu menggelikan terbaru adalah soal “studi banding” DPR komisi 8 ke Australia (saya setuju bahwa DPR perlu sering-sering studi banding, sebab mereka kurang pintar, jadi perlu disekolahkan biar pintar. Lebih jauh tentang ini bisa di baca di tulisan saya yang lain di blog ini). Lebih seru lagi karena isu email yang tidak jelas. Jika grup lawak Srimulat kekurangan talenta, mungkin DPR bisa dilirik menjadi rekan kerja yang cocok.
Continue reading